Menyampaikan instruksi senam, memimpin presentasi, hingga mengarahkan tur wisata dengan suara vokal yang nyaring, tajam, dan bebas dari kendala lilitan kabel kini dapat Anda wujudkan secara efisien. Mengandalkan mikrofon berkabel atau mikrofon jepit biasa saat melakukan banyak gerakan aktif sering kali menyulitkan Anda karena mikrofon gampang terlepas serta membatasi ruang gerak harian. TaffSTUDIO mic wireless SI01 hadir sebagai solusi mikrofon bando nirkabel ergonomis yang dibekali transmisi frekuensi 2.4 GHz minim delay dan chipset sensitivitas tinggi. Memadukan pemancar bando kepala berkontur stabil berdiameter 12.5 cm, receiver 2.6 x 8 cm dengan plug 3.5 mm AUX (lengkap dengan adaptor konversi ke speaker besar), kapsul omnidirectional ber-sample rate 48 kHz / 16-bit, rasio sinyal terhadap bising ≥ 64 dB, serta baterai lithium-ion 300 mAh berdaya tahan 8–10 jam (pengisian 2 jam via Type-C), set mic wireless ini mempermudah kelancaran pemanduan Anda. Sangat direkomendasikan bagi Anda para instruktur senam, guru, tour guide, penceramah, hingga pembicara konferensi yang membutuhkan mikrofon bando wireless yang kokoh, berdaya tahan awet, dan serbaguna harian.
| Sensitivitas Tinggi Tanpa Perlu Berteriak Dilengkapi chipset berdaya sensitivitas tinggi 53 ± 1 dB dan teknologi noise cancelling, mic wireless ini mampu menangkap vokal Anda secara jernih dan bebas distorsi. Keunggulan penyerapan ini memberikan manfaat suara yang terdengar tajam bagi audiens tanpa mewajibkan Anda berteriak di area berisik. |
| Pengait Kepala Stabil untuk Gerakan Aktif Desain pengait bando kepala ergonomis berdiameter 12.5 cm memastikan posisi mic wireless tetap terikat presisi di sekitar bibir Anda. Konstruksi yang kokoh ini memberikan manfaat kenyamanan gerak secara bebas bagi Anda para instruktur senam maupun pemandu wisata tanpa takut mikrofon terlepas. |
| Teknologi Nirkabel 2.4 GHz Tanpa Delay Mengandalkan frekuensi transmisi 2.4 GHz digital, mikrofon ini menyajikan sinyal audio yang sangat stabil dan bebas dari kendala delay. Kestabilan transmisi hingga jarak 10 M ini memberikan manfaat kebebasan jelajah bagi Anda saat menguasai panggung aula atau area luar ruangan. |
| Fleksibel Kompatibel dengan Beragam Perangkat Audio Receiver mic wireless ini dibekali konektor 3.5 mm AUX serta disertai adaptor eksternal untuk terhubung ke berbagai perangkat pengeras suara. Fleksibilitas antarmuka ini memberikan manfaat kepraktisan bagi Anda untuk tersambung langsung ke speaker komputer, amplifier, hingga audio bus. |
| Baterai Tahan 8–10 Jam dan Mudah Diisi Ulang Sistem daya mikrofon ini ditenagai baterai lithium-ion isi ulang 300 mAh yang sanggup beroperasi secara nonstop selama 8–10 jam. Ketahanan baterai yang awet ini memberikan manfaat kelancaran pemanduan acara sepanjang hari yang dapat diisi ulang dengan cepat via kabel USB Type-C. |
| Pengoperasian Instan dengan Sistem Plug and Play Unit transmitter dan receiver mikrofon ini akan melakukan pencocokan frekuensi secara otomatis begitu tombol daya dinyalakan. Kecepatan penyelarasan sinyal ini memberikan manfaat proses setup perekaman yang sangat praktis tanpa mewajibkan Anda melakukan pairing manual yang rumit. |
2.4 GHz dan UHF adalah jenis transmisi sinyal yang banyak digunakan pada microphone wireless. Keduanya banyak digunakan karena kualitas dan keunggulannya. Teknologi 2.4 GHz dan UHF juga banyak dikembangkan demi memberikan kenyamanan penggunaan.
Meski memiliki fungsi dasar yang serupa, microphone wireless 2.4 GHz dan microphone UHF tentu memiliki karakteristiknya masing-masing. Secara garis besar, perbedaan keduanya dapat Anda simak di bawah ini:
Microphone Wireless 2.4 GHz
- Frekuensi 2.4 GHz bersifat global dan tidak dibatasi wilayah, sehingga bisa digunakan di mana saja. Namun, karena frekuensi ini juga digunakan oleh banyak perangkat seperti Bluetooth dan WiFi, gangguan sinyal dapat terjadi jika terlalu banyak perangkat aktif di area yang sama.
Microphone Wireless UHF
- UHF (Ultra High Frequency) menawarkan jangkauan sinyal yang lebih luas dengan gangguan sinyal yang lebih minim. Karena itu, teknologi ini banyak digunakan dalam kebutuhan profesional seperti siaran televisi. Namun, penggunaan daya yang lebih besar membuat mikrofon UHF cenderung lebih cepat kehabisan baterai.






