Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar agar Tahan Lama
Hari Raya Kurban atau Idul Adha merupakan hari raya besar kedua bagi umat Islam setelah hari raya Idul Fitri. Perayaan yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah ini identik dengan ritual penyembelihan hewan kurban yang kemudian dibagikan kepada yang membutuhkan.
Di Indonesia, daging kurban umumnya berasal dari daging sapi, domba atau kambing. Stoknya yang melimpah, penting untuk mengetahui cara menyimpan daging kurban yang benar agar terjaga kualitasnya.
Pasalnya daging kurban segar tidak boleh berada di suhu ruang lebih dari 8 jam karena berisiko memicu pertumbuhan bakteri yang bisa merusak kualitas daging dan membahayakan kesehatan.
Cara Menyimpan Daging Kurban
Daging mentah sebaiknya tidak disimpan sembarangan karena rentan terkontaminasi bakteri. Oleh karena itu, beberapa teknik dan tips menyimpan daging kurban ini perlu kamu perhatikan agar bisa bertahan lama.
1. Pilah dan Pilih Daging
Setelah menerima daging kurban, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah segera pisahkan antara daging bersih dan yang masih kotor. Pisahkan bagian daging dan jeroan, lalu tempatkan keduanya di wadah yang berbeda.
Agar lebih praktis saat memasak, kelompokkan daging berdasarkan tekstur, seperti daging bertekstur lebih keras dan lebih empuk.
2. Gunakan Tisu untuk Membersihkan Daging yang Kotor
Kamu pasti sering mendengar atau membaca imbauan terkait daging yang tidak boleh dicuci dengan air untuk mencegah kontaminasi bakteri. Namun, bagaimana untuk daging yang kotor?
Khusus case ini, kamu bisa membersihkan daging menggunakan tisu dapur. Lap atau tepuk-tepuk permukaan daging secara lembut untuk menyerap darah dan sisa kotoran. Apabila ada bagian yang berlendir, sebaiknya dipotong dan dibuang.
Pastikan tangan dalam kondisi bersih saat menangani daging untuk menjaga higienitas.
3. Potong Sesuai Porsi
Setelah bersih, potong daging menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan atau porsi masak. Gunakan pisau daging (butcher knife) yang tajam agar hasil potongan rapi dan tidak merusak serat daging.
Potong daging berlawanan arah serat agar teksturnya tetap empuk saat dimasak. Setelah dipotong, pastikan daging dalam kondisi kering (tidak ada air atau sisa darah) sebelum disimpan.
4. Simpan dalam Wadah Kedap Udara
Daging yang telah dipotong dan dipisahkan, harus segera disimpan di dalam wadah kedap udara atau plastik vakum dengan porsi sekali masak. Cara ini memudahkan saat mengambil daging dari freezer tanpa perlu mencairkan seluruh stok.
Wadah penyimpanan kedap udara dipilih untuk mencegah kontaminasi silang dengan bahan makanan lain di dalam kulkas. Kamu juga bisa membalut daging menggunakan plastik atau cling wrap.
Jangan lupa untuk menandai setiap wadah dengan tanggal penyimpanan. Catat kapan daging pertama kali disimpan di dalam kulkas agar lebih mudah memantau masa simpan.
5. Dinginkan di Kulkas Terlebih Dahulu
Sebelum memasukkan daging ke dalam freezer, ada baiknya kamu memasukkan ke dalam chiller (kulkas bagian bawah) selama sekitar 1 sampai 2 jam. Ini bertujuan agar suhu daging turun secara bertahap sebelum dibekukan, mencegah perubahan suhu drastis, dan menjaga teksturnya saat dibekukan.
6. Masukkan ke Freezer
Setelah dingin, masukkan daging ke dalam freezer. Untuk menjaga kualitas daging selama penyimpanan, atur suhu freezer di bawah -18 derajat atau lebih rendah. Suhu freezer yang stabil dapat menjaga kualitas daging dalam jangka waktu lama.
Daging kurban umumnya bisa bertahan selama dua sampai tiga bulan di dalam freezer. Jika menggunakan kemasan kedap udara, daya simpannya bisa lebih lama, yakni 4 hingga 12 bulan.
Mengawetkan Daging Kurban dengan Garam
Selain dibekukan, daging kurban bisa diawetkan menggunakan garam. Garam mengurangi kelembapan dan menghambat pertumbuhan bakteri. Metode ini efektif mengurangi kadar air dan menghambat pertumbuhan bakteri.
Terdapat dua metode pengawetan daging dengan garam, yakni dry curing dan brining.
Dry curing adalah proses di mana daging dilapisi garam dan disimpan di suhu rendah. Proses ini memungkinkan garam meresap hingga ke jaring daging dan mengeluarkan cairan.
Proses brining adalah proses di mana daging direndam ke dalam larutan garam, air, dan gula untuk hasilkan tekstur lembut dengan cita rasa yang kuat.
Jenis garam yang disarankan untuk mengawetkan daging adalah table salt atau garam meja. Kamu juga bisa menambahkan curing salt atau garam yang mengandung nitrat dan nitrit. Percampuran dua jenis garam ini selain untuk mengawetkan daging juga mencegah bau tengik.
Namun, sebelum menaburkan garam, pastikan daging sudah dingin yakni sekitar 0 hingga -1 derajat Celsius., lalu simpan di dalam wadah kedap udara di kulkas.
Tips Menyimpan Daging Kurban
Meski daging kurban bisa disimpan dalam waktu lama, penting bagi kamu untuk selalu memeriksa kondisinya sebelum mengolah. Pastikan warna masih segar, tidak berbau menyengat, dan tekstur tidak berubah.
Selain cara penyimpanan, penggunaan alat dapur juga bisa membantu menjaga kualitas daging yang diolah. Misalnya, penggunaan termometer makanan untuk memastikan tingkat kematangan, atau alat panggang untuk hasilkan masakan lebih merata.
Berbagai perlengkapan dapur seperti food processor, termometer makanan, alat penggiling daging, atau alat panggang kini bisa kamu temukan dengan mudah di JakartaNotebook dengan harga yang pasti murahnya.
Cara menyimpan daging kurban yang benar akan membantu kesegaran dan kualitas daging dalam waktu lama. Penanganan yang benar, daging tetap amakn dikonsumsi dan diolah kapan saja.
Selamat merayakan Idul Adha~